Rabu, 28 September 2011

SMK PLUS ARRAHMAH



PROPOSAL USAHA
"ARJO BINANGUN"
Kepada: M. Zainudin, S.Pd




















 














Oleh:
                                                            1.     ANDI PRASETYO
2.    GATOT PAMUNGKAS
3.    M. ICHWANTORO
4.    WAHYU TANOYO

SMK PLUS ARRAHMAH
TAHUN 2011





DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN ……………………………………….…….1
1.1 Latar Belakang …………………………………….……1
1.2 Lokasi Usaha …………………………………….……..2
2. MANAGEMEN PERUSAHAAN..............................................3
2.1 Identitas Perusahaan .......................................................3
2.2 Strutur Organisasi Perusahaan………………………….3
3. PEMASARAN………………………………………………...4
         3.1 Produk Yang Dipasarkan……………………………....4
3.2 Sasaran Konsumen…………………………………......4
3.3 Wilayah Pemasaran…………………………………….4
3.4 Sistem Pemasaran ……………………………………..5
3.5 Permintaan…………………………………………..…5
3.6 Strategi Pemasaran ………………………………..…..5
4. PRODUKSI……………………………………………….….6
          4.1 Produk……………………………………………..…..6
4.2 Bahan Yang Diperlukan………………………….……6
4.3 Alat-Alat Yang Diperlukan……………………………7
4.4 Kapasitas Produksi……………………………….……8
5. KEUANGAN……………………………………….………...9
5.1 Bahan Baku……………………………….…………...9
5.2 Alat-Alat Investasi…………………………………….10
          5.3  Investasi Perusahaan…………………….……………10
5.4  Sarana Perusahaan…………………………………...11
5.5  Gaji Pegawai ……………………………...……....…11
5.6 Total Biaya...................................................................11
6. RENCANA PENGEMBANGAN…………………………...12
6.1 Perluasan Pemasaran…………………………………12
6.2 Perekrutan Pegawai Baru…………………………….12
6.3 Penambahan Alat Dan Fasilitas …………………......13
7. PENUTUP………………………………………………..….14



















  -1-
1.  PENDAHULUAN
 1.1 Latar Belakang
 Aktifitas pekerjaan yang kian padat membuat parusahaan akan memilih pegawai yang bisa memenuhi syarat diantaranya adalah kerapian. Dalam hal kerapian tentunya kebutuhan akan perlengkapannya juga penting terutama sepatu.
Sepatu yang dipakai juga harus memenuhi beberapa kriteria diantatranya adalah kualitasnya. Semakin bagus kualitas sepatu maka penampilan juga akan semakin alegan dan menarik. Di pasaran, dijual berbagai jenis sepatu dengan harga yang murah, tetapi mungkin kualitasnya kurang baik. Ada juga sepatu mahal dan itupun juga belum menjamin kualitasnya setara dengan harganya.
Dalam rangka mengatasi masalah ini, kami berencana mendirikan sebuah pabrik sepatu akan memproduksi sepatu kulit dengan kualitas yang baik. Agar kami dapat mewujudkannya, kami memerlukan dana sebagai modal yang akan diuraikan dalam proposal ini.










-2-
1.2 LOKASI USAHA
Dari Pagu
PASAR
                                                                        papppp








 

Dari Surabaya                                                                                                                 Dari Kediri
PAYUNG
PUSAKA
 





                                                 
      LOKASI











-3-
2. MANAGEMEN PERUSAHAAN
2.1  Identitas Perusahaan
Nama Perusahaan                      : PT Arjo Binangun
Nama Pemimpin / Pemilik          : Wahyu Tanoyo
Bidang Usaha                           : Industri
No. SITU                                 : 217/0692/B-10/HO/IX/2011

            2.2  Strutur Organisasi Perusahaan
Dirut
Wahyu Tanoyo




 


Man. Pemasaran
M. Ichwantoro
Man. Produksi
Andi Prasetyo
Administrasi
Gatot Pamungkas

                                                                                                                   














 

staf
Staf
Staf
staf
Staf
Staf

                                                                    

Karyawan / karyawati












-4-
3. PEMASARAN
3.1 Produk Yang Dipasarkan
Produk yang dipasarkan meliputi :
A. Sepatu  Pria ( Sepatu Kantor)
B.  Sepatu Wanita
C.  Sepatu Sekolah
3.2 Sasaran Konsumen
Sasaran konsumen yaitu :
A. Pegawai Bank
B. Pegawai Kantor
C. Pegawai Negeri
D. Siswa-Siswi
E.  Mahasiswa
3.3 Wilayah Pemasaran
Wilayah pemasaran produk meliputi daerah sekitar perusahaan, tujuannya untuk melihat antusiasme masyarakat terhadap produk. Bila antusiasme masyarakat tinggi, maka wilayah pemasaran akan diperluas ke daerah daerah yang lain, misalnya :
A. Kecamatan
B. Kabupaten / Kotamadya
C. Provinsi
D. Nasional
E. Ekspor



-5-
3.4 Sistem Pemasaran
Produk akan dipasarkan melalui beberapa tahap yang akan dilakukan oleh staf bagian pemasaran. Kemudian disalurkan ke distributor, agen-agen dan toko-toko atau melalui sales perusahaan.

3.5 Permintaan
Proyeksi permintaan selama 5 tahun mendatang menurut analisis perusahaan :

Tahun
Pemintaan (unit)
2012
500
2013
900
2014
1700
2015
3000
2016
6000

3.6 Strategi Pemasaran
1. Promosi Produk
Promosi produk akan dilakukan dengan cara :
A. Memberikan potongan haraga (diskon) kepada
     pembeli yang melakukan pembelian lebih awal.
B. Memberikan bonus kepada konsumen yang membeli 
     produk dalam jumlah yang besar dan kepada
     pelanggan perusahaan


-6-
4. PRODUKSI
4.1 Produk
Sepatu yang akan dihasilkan merupakan produk dengan kualitas yang terbaik dan dibuat dari bahan dengan kualitas yang terbaik pula. Sepatu ini menggunakan 3 lapisan yaitu dasarnya terbuat dari karet kemudian diatasnya ada spon dan kain untuk membuat kenyamanan pengguna. Desainnya kuat karena menggunakan benang dan lem yang bagus.

4.2 Bahan Yang Diperlukan

No.
Bahan
Jumlah
1.
Kulit
20 cm x 50 cm
2.
Karet
15 cm x 50 cm
3.
Benang
10 m
4.
Lem
1 Buah
5.
Kayu
50 cm x 20 cm x 10 cm
6.
Cat
1 Kaleng
7.
Paku
50 Buah
8.
Kain
50 cm x 30 cm
9.
Spon
50 cm x 30 cm
10.
Semir
1 Buah




-7-
4.3 Alat-Alat Yang Diperlukan

No.
Nama
Jumlah
1.
Jarum
1 Buah
2.
Dudukan Sepatu
1 Buah
3.
Gunting
1 Buah
4.
Pisau
1 Buah
5.
Sikat Semir
1 Buah
6.
Gergaji
1 Buah
7.
Penggaris / Mistar / Meteran
1 Buah
8.
Mal
1 Buah
9.
Kikir
1 Buah
10.
Pahat Kayu
1 Buah
11.
Kertas Gosok
1 Buah
12.
Palu
1 Buah










-8-
4.4 Kapasitas Produksi
Proyeksi kapasitas produksi per tahun selama 5 tahun mendatang :
No.
Tahun
Produksi
1.
2012
560
2.
2013
780
3.
2014
2000
4.
2015
4000
5.
2016
7000






















-9-
5. KEUANGAN
5.1 Bahan Baku
NO.
BAHAN
HARGA
1.
Kulit
Rp.    51.000
2.
Karet
Rp.    11.000
3.
Benang
Rp.    15.000
4.
Lem
Rp.    12.000
5.
Kayu
Rp.    10.000
6.
Cat
Rp.      5.000
7.
Paku
Rp.      5.000
8.
Kain
Rp.      7.000
9.
Spon
Rp.      6.000
10.
Semir
Rp.    15.000

Jumlah
Rp.  137.000











-10-
5.2 Alat-Alat Investasi
No.
Nama Barang
Harga
1.
Jarum
Rp.    2.500
2.
Dudukan Sepatu
Rp.    7.000
3.
Gunting
Rp.    6.000
4.
Pisau
Rp.    5.000
5.
Sikat Semir
Rp.    3.000
6.
Gergaji
Rp.  17.000
7.
Penggaris
Rp.    3.000
8.
Mal Sepatu
Rp.    3.000
9.
Kikir
Rp.  11.000
10.
Pahat Kayu
Rp.  15.000
11.
Kertas Gosok
Rp.    5.000
12.
Pensil
Rp.    4.000

Jumlah
Rp.  81.000


5.3  Investasi Perusahaan
No.
Nama
Harga
1.
Tanah  20 m x 30 m
Rp.     60.000.000
2.
Bangunan
Rp.     50.000.000
3.
Kendaraan
Rp.     18.000.000
4.
Lain-lain
Rp.

Jumlah
Rp.   128.000.000





-11-
5.4  Sarana Perusahaan
No.
Nama
Biaya
1.
Pemasangan Instalasi Listrik
Rp.   4.500.000
2.
Pemasangan Instalasi Air / PAM
Rp.   1.200.000
3.
Pemasangan Instalasi Telepon
Rp.      800.000
4.
Lain-lain
Rp.

Jumlah
Rp.   6.500.000


5.5  Gaji Pegawai
No.
Jabatan
Gaji / Bulan
1.
Direktur Utama
Rp.     4.000.000
2.
Manager - Menager @ Rp. 2.500.000 x 3
Rp.     7.500.000
3.
Staf - Staf @ Rp. 1.500.000 x 6
Rp.     9.000.000
4.
Karyawan / Karyawati @ Rp. 800.000 x 25
Rp.   20.000.000

Jumlah
Rp.   40.500.000


5.6 Total Biaya
No.
Nama
Jumlah
1.
Total Biaya
Rp.   174.500.000
2.
Modal Sendiri
Rp.     20.000.000

Jumlah
Rp.   154.500.000


                                   

-12-
6. RENCANA PENGEMBANGAN
6.1 Perluasan Pemasaran
Proyeksi rencana perluasan pemasaran perusahaan
5 tahun mendatang :
No.
Tahun
Rencana Perluasan
1.
2012
Kabupaten / Kota
2.
2013
Provinsi
3.
2014
Nasional
4.
2015
Ekspor ke negara tetangga
5.
2016
Ekspor ke Eropa Dan Amerika


6.2 Perekrutan Pegawai Baru
Proyeksi perekrutan pegawai baru perusahaan 5 tahun mendatang :
No.
Tahun
Perekrutan
1.
2012
10 orang
2.
2013
30 orang
3.
2014
50 orang
4.
2015
80 orang
5.
2016
100 orang






-13-
6.3 Penambahan Alat Dan Fasilitas
Proyeksi penambahan Alat, sarana dan fasilitas di perusahaan 5 tahun mendatang :
No.
Tahun
Penambahan
1.
2012
Pegawai Profesional
2.
2013
Alat alat produksi
3.
2014
Alat alat elektronik
4.
2015
Renovasi tempat usaha
5.
2016
Mesin pembantu sistem produksi
















-14-
7. PENUTUP
Demikian proposal usaha ini kami buat dengan sejujur-jujurnya dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.












Kamis, 22 September 2011

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM ARRAHMAH KEDIRI


SMK PLUS ARRAHMAH BISA

KOMPETENSI GURU EKONOMI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

Dilihat dari segi tujuan Islam ditururunkan tidak lain adalah untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam. Tujuan tersebut mangandung implikasi bahwa islam sebagai agama wahyu mengandung petunjuk dan peraturan yang bersifat menyeluruh, meliputi kehidupan duniawi dan ukhrawi, lahiriah dan batiniah, jasmaniah dan rohaniah. Dengan kata lain, manusia yang mendapatkan pendidikan islam harus mampu hidup didalam kedamaaian dan kesejahteraan sebagaimana diharapkan oleh cita-cita islam.[1]
Dalam konteks pendidikan islam, pendidik (guru) disebut dengan murrabi, mualim dan muaddib. Kata murrabi berasal dari katta rabba, yurabbi. Kata muallim isim fail dari allama, yuallimu sebagai ditemukan dalam al-Quran (Q.S.2:31), Sedangkan kata muaddib, berasal dari addaba, yuaddibu, seperti sabda Rasul :' Allah mendidikku, maka dia memberikan kepadaku pendidikan sebaik-baik pendidikan. Dan Pendidik atau guru dalam Islam adalah orang-orang yang bertanggungjawab perkembangan peserta didiknya dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif (rasa), kognitif (cipta), maupun psikomotorik (karsa).[2]
Pada persoalan kompetensi ekonomi di dalam islam ada madzhab ekonomi islam berarti "keseluruhan prinsip ekonomi yang tsabit (sakral), sebagai sandaran dan landasan teoritis bagi konsepsi   ekonomi islam". Setiap teori ekonomi dikembangkan berdasar pada madhzab dan doktrinnya sebagai logika dan penafsiran guna didapatkan kaiadah dan hukum dalam menafsirkan fenomena-fenomena ekonomi.[3]
Pendidik dalam lingkungan keluarga, adalah orang tua. Hal ini disebabkan karena secara alami anak-anak pada masa-masa awal kehidupannya berada ditengah-tengah ayah dan ibunya. Dari merekalah anak mulai mengenal pendidikan. Dasar pandangan hidup, sikap hidup, dan ketrampilan hidup banyak tertnam sejak anak berada di tengah orang tuanya. Sedangkan pendidik di lembaga persekolahan disebut guru, yang meliputi guru madrasah atau sekolah sejak taman kanak-kanak, sekolah menengah, sampai dosen-dosen di perguruan tinggi, kiayi di pondok pesantren, dan lain sebagainya. Namun guru hanya menerima amanat dari orang tua nuntuk mendidik, melainkan juga dari setiap orang yang memerlukan bantuan untuk mendidiknya. Sebagai pemegang yang diserahkan kepadanya. Alloh menjelaskan :
* ¨bÎ) ©!$# öNä.ããBù'tƒ br& (#rŠxsè? ÏM»uZ»tBF{$# #n<Î) $ygÎ=÷dr& #sŒÎ)ur OçFôJs3ym tû÷üt/ Ĩ$¨Z9$# br& (#qßJä3øtrB ÉAôyèø9$$Î/ 4 ¨bÎ) ©!$# $­KÏèÏR /ä3ÝàÏètƒ ÿ¾ÏmÎ/ 3 ¨bÎ) ©!$# tb%x. $JèÏÿxœ #ZŽÅÁt/ ÇÎÑÈ  
Artinya : "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat"
Seorang tokoh Islam bernama Al-Kanani mengemukakan persyaratan seorang pendidik ada tiga macam yaitu (1) Yang berkenaan dengan dirinya sendiri (2) Berkenaan dengan pelajaran (3) Yang berkenaan dengan dengan muridnya.[4]
Pertama, Syarat-syarat guru berhubungan dengan dirinya, yaitu :
1.      Hendaknya guru senantiasa insyaf akan pengawasan Allah terhadapnya dalam segi perkataan dan perbutan bahwa ia memegang amanat ilmiah yang diberikan Allah kepadanya. Karenanya, ia tiadak menghianati amanat itu, malah ia tunduk dan merendahkan diri kepada Allah SWT.
2.      Hendaknya guru memelihara kemuliaan ilmu. Salah satu bentuk pemeliharaanya ialah tidak mengajarkannya kepada yang tidak berhak menerimanya, yaitu orang-orang yang menuntut ilmu dalam dunia semata.
3.      Hendaknya guru bersifat zuhud, Artinya ia mengambil dari dunia hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan pokok diri dan keluarganya secara sederhana. Ia hendaknya tidak tamak terhadap kesenangan dunia, sebab sebagai orang berilmu, ia lebih tahu ketimbang orang awam bahwa kesenangan itu tidak abadi.
4.      Hendaknya guru tidak berorientasi duniawi dengan menjadikan ilmunya sebagai alat untuk mencapai kedudukan, harta, prestise, atau kebanggan atas orang lain.
5.      Hendaknya gurui menjauhi mata pencaharian yang hina dalam pandangan syara' , dan menjauhi sesuatu yang mendatangkan fitnah dan tidak melakukan sesuatu yang dapat menjauhkan harga dirinya di mata orang banyak. Sebagaimana Allah SWT berfirman :
$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=à2 `ÏB ÏM»t6ÍhŠsÛ $tB öNä3»oYø%yu (#rãä3ô©$#ur ¬! bÎ) óOçFZà2 çn$­ƒÎ) šcrßç7÷ès? ÇÊÐËÈ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. .(QS Al-Baqarah : 172)
6.      Hendaknya guru memelihara syiar-syiar Islam, seperti melaksanakan shalat berjamaah di masjid, mengucapkan salam, serta menjalankan amar ma'ruf dan nahi munkar. Dalam melakukan semua itu hendaknya ia bersabar dan. tegar dalam menghadapi cobaan sebagaimana Allah SWT berfirman
$ygƒr'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qãYÏètGó$# ÎŽö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB tûïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÌÈ

Senin, 12 September 2011

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM ARRAHMAH KEDIRI (SMK PLUS ARRAHMAH, MA ARRAHMAH, MTS ARRAHMAH, MI ARRAHMAH, RA ARRAHMAH, PONPES ARRAHMAH DAN PANTI ASUHAN ARRAHMAH)


Upaya Meningkatan Kompetensi Guru dalam Perspektif Undang-Undang 
RI Nomor 14 Tahun 2005 Guru dan Dosen

Di ciptakan Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Guru dan Dosen adalah sebagai perwujudan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi guru. Upaya peningkatan guru di dalam Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Guru dan Dosen, Guru harus memiliki dari empat kompetensi (kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional). (1) Untuk memenuhi kompetensi pedagogik guru harus mengupayakan mampu mengelola pembelajaran peserta didik dengan cara : membuat silabus, membuat rencana pembelajaran (RRP), melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil belajar (2) Untuk memenuhi kompetensi kepribadian guru mengupayakan mempunyai kepibadian yang mantap, memiliki kestabilan emosi, memiliki kedewasaan dalam berfikir, memiliki sifat arif dan berwibawa, bisa menjadi teladan bagi peserta, dan berakhlak mulia (3) Untuk memenuhi kompetensi sosial guru harus mengupayakan untuk berkomunakasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. (4) Untuk memenuhi kompentensi profesional guru mengupayakan memiliki kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.[1]Dari ke empat kompetensi tersebut guru bisa memilikinya dengan cara mengikuti pelatihan-pelatiahan atau pembinaan-pembinaan yang dilakukan oleh kampus-kampus yang terakreditasi, guru belajar sendiri dengan giat atau kuliah lagi, dan hidayah Allah (khususnya pada kompetensi kepribadian).
        Pemerintah juga menetapkan dalam pasal 19 yang berisi kualifiaksi akademik sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. Jadi guru harus mengupayakan minimal jenjang pendidikannya adalah program sarjana atau diploma empat, agar dapat memenuhi kualifikasi dan syarat sebagi guru
 Untuk melihat kompetensi guru, pemerintah mengadakan sertifikasi. (proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen).[2] Sertifikat pendidik adalah pengakuan bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional. Dari penjelasan tentang sertifikasi guru harus mengikuti sertifikasi, agar guru mendapat sertifikat pendidik sebagi bukti formal bahwa guru diakui sebagi tenaga profesional.  
Selain sertifakat pendidik guru harus sehat jasmani dan rohani. Yang dimaksud sehat jasmani dan rohani adalah kondisi kesehatan fisik dan mental yang memungkinkan guru dapat melaksanakan tugas dengan baik. Kondisi kesehatan mental mental tersebut ditunjukkan kepada penyandang cacat.
Untuk memenuhi peraturan sehat jasmani dan rohani. Guru harus mengupayakan menjaga kesehatan jasmani seperti berolah raga sedangkan kesehatan rohani guru bisa mengikuti pengajian-pengajian umum, istighosah dan lain sebagainya yang berhubungan dengan spiritual.
Upaya-upaya peningkatan kompetensi guru sebenarnaya sebagai perwujudan perbaikan pendidikan nasional yang memiliki fungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[3]


[1] Penjelasan, Undang-Undang  R I Guru dan Dosen, op cit. , hal 43.
[2] Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Guru dan Dosen, op, cit, pasal 1 ayat 11,2006, hlm 4.
[3] Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, op cit. pasal 1 ayat 3.

SMK PLUS ARRAHMAH

Kompetensi Sosial

Kompentensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunakasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Dalam hal kompetensi ini guru harus menyadari bahwa mengajar dan belajar mempunyai fungsi yang berbeda, proses yang tidak sama dan terpisah maka perlu adanya komunakasi dan interaksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Ketrampilan komunikasi ini tidak menuntut guru untuk menyerap sejumlah pengetahuan tentang filsafat pendidikan, metodologi pengajaran atau prinsip-prinsip perkembangan anak.[1] Dan dalam berbagai bentuk interaksi, khususnya mengenai interaksi ada yang di sengaja, dan ada istilah interaksi edukatif. Interaksi edukatif adalah interaksi yang berlangsung dari suatu ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran. Dalam interaksi selalu berkait dengan istilah komunikasi atau hubungan.
Kegiatan komunikasi bagi diri manusia merupakan bagian yang hakiki dalam kehidupannya. Dinamika kehidupan masyarakat akan senantiasa bersumber dari kegiatan komunikasi dan interaksi dalam hubungannya dengan fihak lain dan kelompok. Bahkan dapat dikatakan melalui komunukasi akan terjaminlah kelanjutan hidup masyarakat dan terjamin pula kehidupan manusia.[2] Selain itu interaksi yang paling sederhana adalah interaksi satu arah, yang satu memberi yang lain menerima : dalam psikologi sosial kejadian demikian disebut aksi, belum interaksi : dalam ilmu komunikasi satu arah atau informasi. Aksi atau informasi pendidik memberi pengaruh langsung dan tak langsung. Pengaruh langsungnya berupa : kejelasan hal yang diinformasikan, pemberian arah, dan pemberian kepastian (benar atau salah). Pengaruh tak langsungnya berupa : mengerti perasaan subyek didik, membesarkan hati, dan menerima serta menggunakan ide subyek didik [3]
Dengan pendekatan humanis interaksi pendidik dan subyek didik mendudukkan masing-masing fihak sebagai subyek, tidak akan ada yang didudukkan sebagai obyek, tidak akan ada yang dieksploitasi, dan bukan pula hubungan koersif (yang satu mempunyai otoritas hak asasisatas yang lain).
Hubungan interaktif yang saling memperlakukan fihak lain sebagai subyek, itulah aksi dua arah atau interaksi (dalam psikologi sosial) atau komunikasi (dalam ilmu komunikasi). Dalam interaksi dua arah atau komunikasi ada dua nsur yaitu : pesan (message), dan umpan balik (feed-back). Motto yang memenuhi syarat hubungan interaksi komunikasi dan sekaligus menghembuskan akhlak mulia adalah : Hormati yang tua, hargai yang muda.


[1] Thomas Gordon, Guru Yang Efektif, (Jakarta : Rajawali, 1986):hlm 3.
[2] Sadirman, Interaksi dan Motifasi Belajar Mengajar,( Jakarta : PT Raja Grafindo, 2005.) Hal 7.
[3] Noeng Muhadjir, 2000, Ilmu Pendidikan Dan Perubahan Sosial, (Yogyakarta : Rake Sarasin) hlm,63.

LOMBA INOVASI EJIES M. ZAINUDIN